Tampilkan postingan dengan label wow. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wow. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 November 2013

Hotel paling Menakjubkan di Dunia Denga desain bawah Tanah Hampir 200 Meter! WOW


Hotel Bawah Tanah Terdalam Di Dunia


Ingin merasakan tinggal di hotel yang lain dari biasanya? Jika ya, mungkin inilah saatnya anda mengunjungi sebuah hotel yang bernama Sala Silvermine Hotel.


Terletak di sala, Swedia, Silvermine Hotel memiliki kamar eksotis di kedalaman 155 meter di bawah tanah. Sesuai dengan namanya, hotel ini memang di bangun di lokasi area bekas penambangan perak. Meski begitu, hotel ini hanya memiliki dua ruang suite saja yang berukuran cukup besar. Ruangan yang lainnya merupakan tempat makan, musium hingga panggung teater. 


Saat datang ke hotel ini, anda akan disambut oleh resepsionis untuk kemudian diberikan pengarahan dan petunjuk mengenai seluruh ruang yang ada dalam hotel tersebut sebelum akhirnya ditinggal sendirian saat malam. 
Namun jangan khawatir, seorang staff akan tetap berjaga lengkap dengan alat komunikasi selama anda tinggal di bawah. Dan karena berada jauh di bawah tanah, komunikasi anda dengan sahabat, kolega ataupun keluarga tentunya akan terputus karena ponsel yang anda bawa tidak akan berfungsi sama sekali.


Jika anda ingin membuang hajat, pihak hotel telah menyediakan sebuah toilet yang terletak di kedalaman 50 meter. Namun jika anda ingin mandi, anda harus kembali ke permukaan karena pihak hotel hanya mengediakan fasilitas tersebut di sana 

Untuk merasakan sensasi eksotis menginap di hotel ini, pihak Sala Silvermine mengenakan biaya sebesar USD 580 untuk semalam, itu pun lengkap dengan jamuan makan malam. Namun satu hal yang pasti bahwa hotel ini tentu tidak cocok jika pasangan anda mengidap Claustrophobia. 


Kamar hotel dengan kedalaman 155 meter (500kaki) di bawah permukaan kaki ini, merupakan kamar hotel terdalam di dunia.
Untuk dapat menginap disebuah kamar dan menikmati gua-gua indah yang terdapat pada hotel ini, harus merogoh kocek sekitar $ 600 USD per malam.
Sebelum Anda memutuskan untuk menginap di Sala Silvermine hotel, ada baiknya anda melihat dulu penampakan dari hotel tersebut.

Sabtu, 23 November 2013

Wow Tranplantasi Kepala Jadi Kenyataan

Ada yang pernah dengar ilmu Rawa Rontek (kepala-putus) ? Ilmu tingkat tinggi ini konon dikuasai oleh Pitung, sang pendekar legenda Betawi. Ia kebal segala senjata, walau kepalanya terpenggal masih bisa tersambung dan hidup lagi. 

Kalau kesaktian semacam itu berbau mistis, tapi tidak bagi ilmu kedokteran dewasa ini. Kabar mengejutkan datang dari Italia. Sebuah proyek yang disebut HEAVEN mengumumkan dalam sebuah jurnal Surgical Neurology International, penyambungan atau transplantasi kepala pada manusia semakin mendekati kenyataan.

Ilustrasi artis menggambarkan bila transplantasi kepala jadi kenyataan, bukan tak mungkin menghidupkan kembali presiden dunia yang telah mati


Dalam jurnal disebutkan Dr Sergio Canavero menguraikan prosedur untuk mengambil kepala dari donor dan menanamkannya ke tubuh orang lain. Langkah ini melibatkan induksi hipotermia dan memotong syaraf sumsum tulang belakang dengan pisau ultra-tajam, sehingga dapat menyatu dengan sumsum tulang belakang donor.

"Hal ini, tentu saja, benar-benar berbeda dari apa yang terjadi dalam cedera tulang belakang klinis, di mana kerusakan dan jaringan parut menghambat regenerasi," tulis Canavero.

Dr Sergio Canavero yang kini dijuluki "Dr. Frankestein"

Ia menguraikan skenario hipotetis, di mana donor adalah orang yang menglami mati otak. Dia mengatakan, penerimanya bisa siapa saja yang berada dalam kondisi terminal, karena kanker atau apa pun yang meninggalkan otaknya dalam kondisi utuh.

Untuk transplantasi kepala, dua operasi harus dilakukan di ruang yang sama, di mana kedua tali tulang belakang akan terputus secara bersamaan untuk kemudian segera disambungkan, direkatkan dengan zat yang disebut polyethylene glycol, atau PEG.


Sejak 1950
Sebenarnya transplantasi kepala bukanlah hal baru. Menurut catatan, pertama kali terjadi pada tahun 1950 ketika seorang Dokter Rusia mencoba tranplantasi kepala anjing. 

Di tahun 1970, Robert White, dari Case Western Reserve University (CWRU), menguji-coba pada monyet. Binatang itu bisa bertahan hidup dengan tubuh baru selama 8 hari. Kelemahannya, kepala monyet yang baru tidak memiliki kontrol atas tubuh saraf baru.

Transplantasi kepala termasuk menyambung kembali jutaan saraf


Berbagai upaya perbaikan terjai bertahun-tahun kemudian.  Percobaan transplantasi pada tikus bisa mengontrol saraf kandung kemih dan diafragma. Dua bahan kimia chondroitinase dan FGF digunakan untuk memberikan insentif proses rekoneksi. Selain itu, PEG pencahar (polyethylene glycol), dan bahkan melatonin juga dipakai dalam membantu regenerasi saraf.

Kembali pada hasil percobaan Canavero di Italia, berbagai kemajuan telah dicapai. Penyambungan kepala di tahun-tahun mendatang bukan hal yang mustahil. Namun, kendala terbesar adalah kesiapan masyarakat pada terobosan revolusioner ini. 

"Masalahnya adalah bukan terkait dengan hal-hal teknis, tapi etis," ungkap Canavero dilansir ] ABCNews.com. Lebih jauh, menurut sang dokter hasil operasi akan menciptakan sebuah chimera, makhluk mitologis, dan bertabrakan dengan isu-isu etika yang kompleks -- misalnya, pasien akan menurunkan sifat genetiknya atau genetik donor. 

Ketika kloning pada manusia masih terus diperdebatkan di banyak negara, bagaimana dengan ilmu rawa rontek modern ini? 



















Sumber:
tempo