Tampilkan postingan dengan label ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2013

Cara Pembenihan Ikan Betutu 1

Sebagaimana yang dilakukan terhadap berbagai jenis ikan lainnya, untuk memulai memijahkan ikan betutu, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Mulai dari seleksi indukan hingga proses pemijahannya harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kesabaran.

Langkah – langkah yang harus dilakukan oleh pembudidaya ikan betutu adalah :

A. SELEKSI INDUKAN

Ikan betutu yang akan dijadikan indukan harus memenuhi berbagai persyaratan berikut ini :
* Mempunyai berat 150 – 200 gram.
* Tubuh ikan betutu jantan lebih ramping dari ikan betutu betina.
* Diperoleh dengan cara menangkap dari alam.
* Dalam kondisi sehat.
* Organ tubuhnya lengkap.
* Berada dalam masa produktif.

B. PERSIAPAN PEMIJAHAN

Induk yang akan dipijahkan dapat ditempatkan ke dalam kolam pemijahan dan diadaptasikan terlebih dahulu selama 2 bulan. Kolam pemijahan harus dilengkapi dengan substrat yang akan digunakan sebagai tempat untuk menempelkan telur.

Substrat ini dapat dibuat dari pipa paralon berdiameter 4 inci dengan panjang 40 cm yang dibelah dan kemudian dijadikan satu kembali dengan menggunakan tali.

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam merawat indukan adalah :
* Setiap hari air kolam dibersihkan dengan cara mengganti 30 % air lama dengan air baru.
* Pakan yang dapat diberikan adalah berupa pellet yang mempunyai kadar protein sebesar 50 % agar proses kematangan gonad dapat dipercepat menjadi 2 bulan.
* Dosis pakan yang diberikan untuk setiap harinya adalah sebesar 3 % dari total berat badan ikan dan diberikan sebanyak 3 kali dengan porsi makan malam lebih besar daripada makan pagi dan siang.
* Ciri – ciri indukan yang telah matang gonad adalah : Jantan : jika perutnya diurut akan keluar sel sperma. Betina : perutnya membuncit, alat kelaminnya terlihat dan berwarna kemerahan.

C. PEMIJAHAN

Proses pemijahan akan terjadi pada malam hari. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pembudidaya ikan betutu setelah proses pemijahan terjadi :
1. Pengontrolan terhadap substrat sarang telur.
2. Memindahkan substrat – substrat tersebut ke dalam kolam penetasan yang telah berisi air dan teraerasi.
3. Telur akan menetas dalam kurun waktu 2 – 3 hari pasaca pemijahan oleh karenanya substrat harus diangkat.
4. Setelah menetas, pakan yang diberikan terhadap larva – larva ini harus disesuaikan dengan umurnya. Umur 1 – 8 hari : paramecium; Umur 1 bulan : rotifera; Umur 1,5 bulan : moina.]
5. Setelah menjadi burayak, segera pindahkan mereka ke dalam bak bersirkulasi dengan kepadatan tebar 200 ekor.
6. Pakan yang dapat diberikan kepada burayak adalah berupa cacing rambut, pelet dan ikan runcah. Pakan ini dapat diberikan 3 kali sehari dan berlangsung selama 2,5 bulan.
7. Setelah beratnya mencapai 2 gram, burayak ikan betutu dapat segera dimasukkan ke dalam karamba yang berukuran 50 x 50 ( mampu menampung 10 ekor ) dimana karamba nanti diletakkan ke dalam kolam berukuran 5 x 7 m. Selama berada disana, benih ikan dapat diberi pakan berupa ikan dan udang – udang kecil dan dipelihara selama 2,5 bulan hingga beratnya mencapai 10 gram dan siap untuk dipindahkan ke dalam kolam pembesaran.

Sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan Malang
http://benihikan.net/

Memelihara Ikan Hias Air Laut

Memelihara ikan hias air laut sebenarnya cukup sederhana. Paling hanya dibutuhkan sedikit pengetahuan dan proses belajar untuk bisa benar-benar menikmati dunia bawah laut yang indah dan penuh warna-warni ini. Ini beberapa tips sederhana supaya akuarium laut anda bisa tetap indah untuk jangka waktu yang lama.

1. Jangan pernah, don’t, never, ever, langsung memasukkan ikan hias ke dalam akuarium yang baru di-setup.
Agar kondisi akuarium mendekati aslinya maka harus tercipta ”Siklus Nitrogen”. Air akuarium yang bersirkulasi akan menumbuhkan bakteri-bakteri pendukung kehidupan laut (aerob dan anaerob). Bakteri ini baru muncul sekitar 4 minggu.
Tips : Untuk awal anda bisa memasukkan beberapa ikan Green/blue Chromis (betok hijau) yang lumayan kuat dalam kualitas air yang belum baik. Jangan gunakan betok lain (biru atau biru ekor kuning) karena ikan ini agresif.

2. Ikan dibatasi sedikit saja.
Ikan terlalu banyak akan membuat ikan sederhana merasa stress dan mati. Kualitas air akan cepat turun, dan ikan laut pun sederhana mati. Ikan yang banyak, hanya untuk akuarium yang canggih dan akuaris yang berpengalaman.
Tips : Pilih saja beberapa ikan yang paling cantik yang paling anda sukai.

3. Ikan baru wajib ”diaklimatisasi”.
Ikan yang baru dibeli dalam kantung plastik harus disesuaikan dulu suhunya dengan suhu akuarium.
Ambangkan ikan dalam plastiknya di akuarium 20 menit. Setelah itu buka plastiknya, masukkan sedikit air akurium ke plastik ikan baru, diamkan 10 menit. Setelah itu, ikan dapat dimasukkan ke akuarium.

4. Tumbuhan, juga sangat bagus untuk menjaga kualitas air.
Tumbuh-tumbuhan ini akan mengurangi kadar Nitrat secara signifikan dan membuat air lebih menyenangkan buat ikan.

5. Ganti air 20 % tiap 2 minggu sekali.
Air laut harganya tidak mahal, hanya Rp 5.000 per galon.

6. Laut wajib memiliki Protein Skimmer.
Ini adalah alat yang paling signifikan dalam menjaga kualitas air laut. Harganya sekitar Rp 250.000-an. Semua akuarium laut, baik di toko ikan hias (Sumenep) maupun di Seaworld semua memakai Protein Skimmer.

7. Beli udang pelet 5 ekor (Lysmata amboinensis).
Untuk ikan laut, lebih baik kurang daripada lebih. 1 kali saja sudah cukup. Makanan yang berlebih akan menurunkan kualitas air laut.

8. Jaga kondisi pasir di akuarium
Masalah paling merepotkan dalam memelihara akuarium laut adalah pasir yang biasanya akan ditumbuhi lumut coklat. Ikan ini sekarang terkenal di kalangan hobiis karena tingkahnya yang unik dan menarik. Pilih yang kecil, karena kalau besar akan membuat pasir berantakan. Harganya sekitar Rp 15.000.

9. Cek Ph dan Kadar Garamnya.
Kalau Ph-nya rendah, gunakan obat Kalkwasser (banyak dijual). Harganya alat test Ph-nya lumayan mahal, (Rp 80.000 – 85.000), tapi hanya dipakai sekali-sekali saja. Mengecek kadar garam gunakan Hydrometer. Harganya cuma Rp 20.000.

10. Jaga suhu akuarium.
Suhu Terbaik adalah untuk ikan dibawah 28 derajat Celcius, dan coral 25 Celcius (dengan Chiller).

Sumber :
http://ikanpeliharaan-ku.blogspot.com/2012/02/memelihra-ikan-hias-air-laut.html

Metode Pemeliharaan Ikan Mas Koki

Metode pemeliharaan ikan mas koki bisa bermacam2, walaupun secara prinsipnya, seperti pemeliharaan ikan hias lainnya, hanya ada 1 cara yaitu memelihara kualitas air.

Ikan mas koki memiliki karakter yang khas yaitu sangat rentan terhadap kadar ammonia terlarut di dalam air. Hal inilah yang seringkali membuat persepsi di kalangan penggemar ikan hias bahwa memelihara ikan mas koki tersebut susah, gampang mati.

Untuk mengatasi masalah kadara ammonia tersebut, hal yang dapat dilakukan ada 2, yaitu menetralisirnya, atau mengganti airnya. Menetralisir kadar ammonia bias dilakukan dengan menggunakan biofiltrasi atau dengan menumbuhkan lumut air, yang akan menyerap zat2 yang dapat meracuni ikan tersebut.

Beberapa teknik yang digunakan oleh hobbyist, dan terbukti berjalan dengan baik adalah sbb:

1. Biofiltrasi :
Teknik2 biofiltrasi yang baik berasal dari penggemar2 ikan koi. Kunci dari teknik ini adalah penggunaan media filtrasinya. Salah satu media terbaik adalah menggunakan matt sintetis buatan Jepang, yang saat ini banyak dijumpai di toko2 ikan hias. Media ini akan melakukan penyaringan kotoran2 ikan dan memperangkapnya, yang kemudian akan menstimulasi pertumbuhan bakteri2 nitrobacter di dalamnya. Aerasi yang dijalankan harus cukup banyak dan saat biofilter tersebut telah ter-cycled, maka environment akuarium/ kolam ikan tersebut sudah menjadi stabil. Untuk hobiis yang malas menguras air ikan, metode ini tentunya sangat cocok, karena tidak memerlukan pengurasan air sama sekali. Namun demikian kelemahan yang ada adalah bahwa dengan air tidak pernah diganti, menyebabkan zat2/ mineral2 yang diperlukan ikan, yang bisa didapatkan dari air baru, tidak tersedia, sehingga dapat menyebabkan warna ikan menjadi kurang cerah, dsb. Teknik ini bisa diimbangi dengan penggantian air parsial secara rutin.

2. Air Hijau/ greenwater method :
Teknik ini adalah teknik yg umumnya dipakai di farm2 ikan maskoki dimanapun. Ini adalah metode yang paling primitif, yaitu membiarkan ikan didalam kolam sampai dengan airnya hijau (karena pertumbuhan lumut). Perlu diperhatikan bahwa lumut yang tumbuh adalah lumut air, bukan lumut dinding kolam. Biasanya di farm, setelah air menjadi hijau, maka air akan diganti total dengan air baru. Metode ini dapat dikembangkan dengan berusaha untuk secara konsisten menjaga tingkat ke-hijau-an air, dengan cara pada saat air hendak diganti, disimpan 1 ember air lama untuk nantinya dicampurkan dengan air baru. Dengan demikian diharapkan pertumbuhan lumut dapat terjadi lagi segera setelah kolam baru dikuras. Keuntungan lain dari metode ini adalah dengan memaintain air hijau tadi, maka warna ikan menjadi lebih cerah, yang disebabkan karena ikan memakan lumut yang berada di air tersebut. Metode ini sangat baik untuk kesehatan ikan, namun tidak favorit di kalangan penggemar, karena dengan air hijau tersebut, ikan maskoki yang berada didalamnya tidak dapat dilihat.

3. Mekanikal filtering :
Mekanikal filtering adalah menyaring kotoran2 padat yg ada di kolam/ akuarium, sehingga air selalu terlihat jernih. Metode ini tidak menyaring kotoran2 terlarut didalam air, sehingga banyak hobiis terjebak dengan melihat air jernih, tetapi kadar ammonia tinggi, yang dapat menyebabkan ikan sakit/ mati. Mechanical filtering ini harus dibarengi dengan penggantian air secara rutiin, bisa dengan penggantian 2 persen setiap hari dan dibarengi dengan pencucian media filter.

4. Ganti air :
Karena kadar ammonia di air disebabkan oleh kotoran ikan, maka teknik yg bisa dipakai adalah membuang kotoran ikan tersebut dengan di-siphon, serta dilakukan penggantian air secara rutin. Salah satu hobiis di Jakarta menggunakan teknik ini , yaitu melakukan siphon & penggantian air 80% sebanyak 2 kali sehari. Teknik ini berjalan dengan baik sekali dan pertumbuhan ikan di dalamnya relatif lebih baik dari metode2 yang dipakai oleh hobiis yang lain.

Sumber: http://www.indoforum.org/