Tampilkan postingan dengan label menuju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menuju. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Desember 2013

RAHASIA MENUJU SUKSES


Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang di dunia ini pasti pernah mengalami saat-saat sulit atau menghadapi kesulitan dalam hidupnya, tidak peduli apakah orang kaya atau miskin, cantik ataupun jelek, tua maupun muda, pria maupun wanita. Tidak ada seorang pun yang terbebas dari masalah dan kesulitan. Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan dan kesenangan selalu menghampiri mereka.

Akan tetapi kebahagiaan dan kesulitan selalu datang silih berganti dalam hidup manusia. Orang-orang cenderung merasa baik dan bahagia ketika kejadian atau peristiwa baik terjadi dalam hidup mereka. Mereka akan merasa bahagia dan senang. Begitu juga sebaliknya, orang-orang akan cenderung merasa depresi, stress, kecewa ataupun sedih ketika kesulitan dan kejadian buruk menimpa mereka.

Sebenarnya hal tersebut bukanlah penghalang bagi Anda jika Anda bisa mengatasi kesulitan tersebut sehingga tidak sampai mempengaruhi dan menjatuhkan Anda. Ada segelintir orang yang bisa bertahan dan bangkit dari kesulitan dan akhirnya berhasil mengatasinya. Ada juga orang-orang yang tidak mampu bangkit dan tertekan dengan keadaan tersebut. Ini semua tergantung pilihan kita bagaimana reaksi dan tanggapan kita terhadap kesulitan yang sedang menimpa kita.

Ada beberapa kiat-kiat yang dapat membantu Anda supaya Anda tetap bersemangat walaupun Anda sedang menjalani masa-masa sulit, sehingga dapat membuat Anda bangkit kembali atau setidaknya membuat Anda lebih baik ke depannya.


Menyadari bahwa kesulitan bukan untuk membuat Anda terpuruk, melainkan membuat Anda jauh lebih kuat. Ketahuilah bahwa ketika kesulitan sedang menimpa Anda, sebenarnya Anda sedang dipersiapkan untuk menjadi orang yang lebih baik dan lebih kuat untuk menghadapi Kesulitan dan tantangan ke depan yang jauh lebih besar di masa yang akan datang.

Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan manusia untuk mengatasinya. Coba bayangkan mulai dari kecil Anda sudah sangat bahagia dan senang, tidak ada satu pun kesulitan dan kesedihan yang menimpa Anda. 
Kemudian setelah Anda besar, tiba-tiba kesulitan datang kepada Anda. Bisa dipastikan bahwa Anda akan sangat terpukul dan frustrasi sekali karena Anda sama sekali tidak pernah mengalami kesulitan seperti ini sebelumnya.

Anda bahkan tidak tahu bagaimana cara mengatasi hal tersebut. Kesulitan dan perasaan negatif lainnya merupakan sebuah tanda atau sinyal yang diberikan kepada Anda supaya Anda terus berbenah dan mempersenjatai diri dengan lebih baik lagi supaya dapat melewati tantangan berikutnya. ketika Anda berhasil mengatasi kesulitan, Anda sudah jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Maka dari itu, bersyukurlah akan semua ini. 

Ketika Anda mengalami masa-masa sulit, jadikan hal tersebut sebagai batu loncatan menuju pribadi yang lebih baik dan sukses. Tidak ada yang namanya kesuksesan tanpa disertai kegagalan terlebih dahulu. Kegagalan membuat Anda semakin kuat dalam meraih cita-cita Anda. Bahkan ada yang mengatakan bahwa jika Anda ingin sukses maka Anda harus menerima banyak kegagalan atau kesulitan.

Tergantung Anda sendiri apakah Anda menganggap kesulitan membuat Anda lebih terpuruk atau membuat Anda lebih baik dari sebelumnya. Ini semua adalah pilihan Anda.


Melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Kebanyakan orang cenderung memiliki perasaan yang negatif ketika mereka menemui kesulitan. Mereka akan merasa sedih, kecewa, depresi, terpukul dan tertekan.

Hal ini disebabkan oleh pemikiran mereka sendiri. Mereka terus-menerus memikirkan betapa buruknya keadaan mereka sehingga tanpa disadari mereka terus tenggelam dan terpuruk di dalam perasaan negatif mereka sendiri. Perlu diketahui bahwa di balik setiap kesulitan, pasti ada suatu hikmah atau makna positif yang dapat kita ambil. 

Tetapi sayangnya kebanyakan orang justru mengambil hikmah negatif dari kesulitan tersebut. Yang perlu Anda ambil adalah hikmah yang baik sehingga Anda dapat belajar darinya dan berusaha bangkit untuk mengatasinya. 

Daripada merasa buruk dan tertekan akibat kesulitan yang Anda alami, jauh lebih baik jika Anda melihat kesulitan atau tantangan dari kacamata/sudut pandang yang berbeda. Ini diibaratkan Anda sebagai sutradara dari diri Anda yang dapat mengubah sudut pandang kamera sesuka Anda.


Memotivasi diri. Salah satu perbedaan antara orang yang berhasil bangkit dari keterpurukan dengan orang yang terus terpuruk dalam kesulitan adalah bahwa orang yang berhasil bangkit selalu termotivasi atau memotivasi diri mereka sendiri sehingga mereka terus bersemangat tidak peduli betapa sulitnya keadaan mereka.

Orang yang terus terpuruk tidak memotivasi diri mereka sedemikian rupa sehingga mereka tidak mampu bangkit kembali. Sekarang ini Anda dapat memperoleh segala sumber daya yang dapat membuat Anda termotivasi dan bersemangat. Ada banyak buku-buku motivasi yang dapat membangkitkan potensi diri Anda. Kata-kata yang tercantum di dalamnya dapat membuat Anda merasa terinspirasi untuk bangkit.

Sumber lainnya berupa pelatihan atau seminar motivasi dimana pembicara membagikan kiat-kiat dan pengalaman mereka untuk mendorong Anda untuk maju dan semangat dalam hidup. Motivasi dan semangat adalah bahan bakar yang dapat membuat Anda tetap tegar dan bertahan dalam masa-masa sulit. Jika Anda tidak memiliki motivasi, bisa dipastikan Anda akan langsung menyerah begitu kesulitan dan rintangan menghadang Anda.


Humor. Humor dan tawa adalah obat yang cukup mujarab untuk mengobati kegundahan hati Anda. Inilah sumber daya yang gratis yang bisa Anda dapatkan kapan pun dan di mana pun. 

Semua orang dapat memperolehnya dengan gratis alias tidak dipungut biaya. Bahkan tawa dapat membuat kesehatan seseorang menjadi jauh lebih baik dan membuat orang lebih awet muda dan menarik. 

Banyak acara-acara di televisi yang menyajikan humor atau komedi. Acara tersebut membuat Anda tertawa dan tersenyum yang langsung dapat membuat beban berat Anda hilang seketika karena ketika Anda tersenyum atau tertawa, tubuh Anda menghasilkan hormon yang membuat Anda merasa nyaman dan baik. Jadi, mengapa harus merasa sedih? Bukankah lebih baik tertawa dan menjadi gembira?


Refreshing atau penyegaran diri. Cara lain untuk menghilangkan perasaan negatif Anda adalah dengan refreshing. Refreshing dapat bermacam-macam jenisnya. 
Refreshing berguna untuk menyegarkan kembali pikiran dan tubuh Anda sehingga pikiran Anda lebih jernih dan bijaksana dalam menghadapi persoalan yang dihadapi. 

Pikiran-pikiran yang stress tidak akan banyak membantu Anda dalam penyelesaian masalah yang Anda hadapi. Anda dapat berlibur ke tempat yang Anda sukai seperti pantai dengan suara burung dan ombaknya, pegunungan yang berudara sejuk dan tempat hiburan dan rekreasi lainnya. 

Hal ini membuat Anda rileks dan tenang kembali. Atau Anda dapat juga melakukan sesuatu yang mejadi hobi Anda seperti memancing di tengah laut, berenang, atau hobi Anda yang lainnya. Refreshing akan membuat diri Anda seperti baterai yang telah dicas kembali sehingga Anda akan kembali bertenaga penuh dan siap untuk menjalani kembali hidup Anda.


Kesimpulannya adalah motivasi dan semangat membuat Anda terus bangkit dan tidak mudah menyerah kalah terhadap masa-masa sulit. 
Sebaliknya jika Anda sedang mengejar cita-cita Anda, dengan memiliki semangat yang kuat, Anda akan jauh lebih cepat dalam merealisasikan cita-cita tersebut. Dengan memahami kiat-kiat diatas, Anda akan menjadi orang yang penuh semangat dan tegar dalam menjalani hari-hari Anda.

KUNCI KESUKSESAN terletak pada pikiran kita masing-masing. Pada saat kita berpikir tidak bisa atau susah, justru kita tidak akan bisa SUKSES

SUKSES milik mereka yang berani bermimpi sekaligus bertindak nyata...
karena orang yang SUKSES adalah orang yang punya keinginan besar untuk mencapai apa yang di impikan. 
salam sukses.

Rabu, 23 Oktober 2013

Indonesia Menuju Negara Penghasil Produk Perikanan Terbesar di Tahun 2015

Jum’at 6 April 2012 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengeluarkan kebijakan mengenai industrialisasi kelautan dan perikanan guna mencapai target sebagai negara penghasil produk perikanan terbesar pada tahun 2015. Hal ini dilakukan sebagai upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di sektor perikanan. Kendati terdengar optimis, terlebih karena didukung potensi perikanan dan kelautan yang melimpah, target ini dihadapkan dengan berbagai tantangan terutama terkait kualitas produksi hasil perikanan dan manajemen.

Hal itu disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, Dr. Sutono, M.E.S pada ceramah ilmiah bertema “Bedah Kebijakan KKP Mengenai Industrialisasi Perikanan dan Kelautan di Indonesia” yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad di Aula Gedung Dekanat FPIK, Kampus Unpad Jatinangor, Rabu (04/04). Acara yang dihadiri oleh mahasiswa FPIK Unpad tersebut, dibuka oleh Pembantu Dekan Bagian Kemahasiswaan FPIK Unpad, Drs. Herman Hamdani, Msi. Pembicara lain yang mengisi acara tersebut yaitu pelaku usaha pakan dari Charon Pokpan, Denny D. Indradjaja.

Sutono yang juga merupakan ketua tim perumus kebijakan tersebut mengatakan bahwa apa yang menjadi latar belakang KKP mengusung industrialisasi kelautan dan perikanan menjadi kebijakan adalah bahwa potensi besar sumber daya perikanan nasional nyatanya belum dapat memberikan kesejahteraan yang cukup bagi komunitas-komunitas di sektor perikanan. Nelayan misalnya, masih tetap hidup dalam kemiskinan. Dengan kebijakan ini Sutono berharap ada upaya percepatan pembangunan perikanan yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan.

“Kendati data potensinya besar, kita belum pernah makmur dari hasil perikanan dan kelautan. Nelayan masih saja tetap menjadi komunitas yang termiskin dibandingkan komunitas-komunitas miskin lainnya, seperti petani,” ujarnya.

Kebijakan industrialisasi yang kini tengah diusung bukanlah program baru menurut Sutono, tapi lebih kepada pengembangan dari kebijakan minapolitan yang KKP telah laksanakan sebelumnya. Minapolitan yang berorientasi pada peningkatan produksi dan berkonsep potensi kewilayahan dipandang Sutono belum cukup, sehingga perlu adanya upaya percepatan yaitu dengan industrialisasi seperti yang telah dilakukan oleh China dan beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam.

“Namun minapolitan saja tidak cukup. Kita harus melakukan percepatan dengan upaya industrialisasi. Lihat saja China yang sudah lebih dulu melakukan sejak tahun 80-an. Sekarang mereka telah menjadi negara dengan produksi terbesar didunia,” jelas Sutono.

Adapun strategi  yang harus dilakukan untuk merealisasikan kebijakan tersebut diantaranya dengan melakukan pengembangan komoditas atau produk perikanan berbasis pasar, pengembangan kawasan, konektivitas, sumberdaya manusia dan teknologi, pengembangan iklim usaha dan investasi, serta penataan sistem manajemen dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan, peningkatan daya saing, dan modernisasi.

Memperkuat pernyataan Sutono, Denny mengatakan bahwa Indonesia masih jauh tertinggal dalam hal industrialisasi. Hal ini bisa dilihat dari aspek pakan ikan sebagai salah satu komponen penting kegiatan budidaya. Kenyataan Indonesia masih mengimpor bahan baku pembuat pakan serta rendahnya konsumsi pakan menjadi bukti yang lain. Permasalahan pakan yang terjadi ini mempengaruhi produksi perikanan terlebih terkait perbenihan. Akhirnya berpengaruh terhadap hasil produksi perikanan secara keseluruhan. Kini, nilai ekspor hasil perikanan budidaya Indonesia ke negara-negara Eropa dan Amerika telah kalah dari Thailand dan Malaysia.

“Industrialisasi yang kini tengah dicanangkan oleh KKP menjadi tantangan kita semua termasuk teman-teman mahasiswa,” tegas Denny.

Kebijakan industrialisasi perikanan dan kelautan tentu memerlukan dukungan akan banyak hal dari semua pihak termasuk terkait dengan kebutuhan pembiayaan. Sekedar informasi bahwa KKP memiliki anggaran sebesar Rp 6,944 triliun untuk tahun 2012, meningkat Rp 1,2 triliun dari sebelumnya Rp 5,993 triliun. Dengan dana yang ada terbatas tersebut, apakah mungkin dapat optimal mendukung kebijakan industrialisasi? Semoga.[mahasiswa.com]